KEDIRI – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI di wilayah Kediri terus menunjukkan cakupan yang luas. Hingga Agustus 2026, lebih dari 22 ribu nasabah telah memperoleh akses pembiayaan dengan total penyaluran mencapai lebih dari Rp1,05 triliun.
Pembiayaan tersebut diarahkan kepada berbagai kegiatan usaha produktif. Sektor pertanian dan perdagangan menjadi dua bidang yang menyerap lebih dari separuh total KUR yang disalurkan BRI Branch Office Kediri.
Di balik capaian tersebut, terdapat pelaku UMKM yang menggunakan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan usaha. Kukuh, misalnya, memanfaatkan KUR untuk memperkuat Warung Nasi Goreng dan Mie Pak Kukuh yang berada di Jalan Panjaitan, Kota Kediri.
Kukuh merintis usaha tersebut sejak 2000. Setelah bertahun-tahun menjalankan bisnis, ia membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan fasilitas pendukung usaha.
Melalui BRI Unit Pasar Pahing Kediri, Kukuh memperoleh KUR senilai Rp20 juta. Dana itu digunakan untuk membeli etalase, memperbarui peralatan penggorengan dan membenahi tampilan warung.
Perkembangan usahanya kemudian membuat fasilitas pembiayaan yang diterima meningkat hingga Rp50 juta.
“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp20 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp50 juta. Warung saya bisa ramai seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” ujar Kukuh.
Bagi Kukuh, dukungan BRI menjadi bagian dari perjalanan usahanya. Komunikasi dengan petugas BRI juga terus terjalin, termasuk dalam proses pengembangan bisnis yang dijalankan.
Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, pengalaman pelaku usaha seperti Kukuh menjadi salah satu gambaran pentingnya akses pembiayaan yang disertai pendampingan.
“Kisah Pak Kukuh menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Adi.
Ia menambahkan, BRI Kediri berupaya agar pembiayaan yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan usaha.
“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Pak Kukuh yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” tambah Adi.
Menurut BRI, akses pembiayaan produktif dapat menjadi salah satu instrumen pendukung bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan skala usaha. Namun, pemanfaatan dana secara bertanggung jawab tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Bagi pelaku usaha seperti Kukuh, proses tersebut dijalani secara bertahap. Usaha yang telah bertahan selama lebih dari dua puluh tahun terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan bisnis.












